Bahasa Jawa, sebagai salah satu warisan budaya yang kaya, terus diajarkan di sekolah-sekolah dasar untuk melestarikan dan menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu. Di jenjang kelas 4 Sekolah Dasar, pembelajaran Bahasa Jawa semester 1 bab 4 seringkali berfokus pada puisi Jawa (geguritan). Bab ini tidak hanya mengajarkan tentang struktur dan unsur-unsur puisi, tetapi juga membimbing siswa untuk memahami makna, merasakan keindahan bahasa, dan bahkan berani berekspresi melalui karya puisi mereka sendiri.
Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam materi yang biasanya tercakup dalam Bab 4 Bahasa Jawa Kelas 4 SD Semester 1, lengkap dengan berbagai jenis soal yang dapat membantu siswa dalam memahami dan menguasai materi ini. Kita akan membahas mulai dari pengenalan puisi Jawa, unsur-unsurnya, cara membacanya, hingga contoh-contoh soal yang relevan.
1. Apa Itu Geguritan (Puisi Jawa)?

Geguritan adalah bentuk puisi dalam bahasa Jawa yang memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dengan pantun yang memiliki rima dan pola tertentu, geguritan lebih bebas dalam struktur, namun tetap kaya akan makna dan keindahan bahasa. Geguritan umumnya mengungkapkan perasaan, pikiran, pengalaman, atau pengamatan penulis terhadap suatu objek atau peristiwa.
Pada jenjang kelas 4, pengenalan geguritan biasanya dimulai dengan memperkenalkan bentuknya yang sederhana, seringkali menggunakan pilihan kata yang mudah dipahami oleh anak-anak. Guru akan membacakan contoh geguritan, menjelaskan arti kata-kata yang sulit, dan mengajak siswa untuk merasakan suasana atau pesan yang disampaikan oleh puisi tersebut.
2. Unsur-unsur dalam Geguritan
Untuk dapat memahami sebuah geguritan dengan baik, siswa perlu dikenalkan dengan beberapa unsur penting yang membentuknya. Meskipun pada kelas 4 fokusnya lebih pada pemahaman makna dan keindahan, pengenalan dasar tentang unsur-unsur ini akan sangat membantu.
- Judul (Irah-irahan): Judul adalah cerminan dari isi geguritan. Dari judul, pembaca sudah bisa menebak tema atau pokok bahasan yang akan diangkat.
- Tema: Tema adalah gagasan pokok atau ide sentral yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam geguritannya. Contoh tema bisa berupa keindahan alam, persahabatan, kebaikan, nasihat, atau pengalaman sehari-hari.
- Amanat: Amanat adalah pesan moral atau pelajaran berharga yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui geguritannya.
- Diksi (Pilihan Kata): Pemilihan kata dalam geguritan sangat penting untuk menciptakan suasana, gambaran, dan keindahan. Dalam geguritan anak-anak, seringkali digunakan diksi yang lugas, namun tetap dapat membangkitkan imajinasi.
- Imaji (Gambaran): Imaji adalah gambaran yang diciptakan oleh kata-kata dalam geguritan, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan, atau mencium apa yang digambarkan.
3. Cara Membaca Geguritan yang Baik
Membaca geguritan bukan sekadar melafalkan kata-kata. Agar makna dan keindahan geguritan tersampaikan dengan baik, siswa perlu diajari teknik membaca yang benar.
- Intonasi: Pengaturan naik turunnya nada suara saat membaca. Intonasi yang tepat dapat menunjukkan emosi atau penekanan pada kata-kata tertentu.
- Artikulasi: Kejelasan pengucapan setiap suku kata dan huruf. Pengucapan yang jelas membuat pendengar mudah memahami apa yang dibaca.
- Penghayatan: Memahami dan merasakan isi geguritan, kemudian mengekspresikannya melalui nada suara dan ekspresi wajah.
- Jeda (Persinggahan): Memberikan waktu sejenak untuk berhenti pada akhir baris atau pada tanda baca tertentu. Jeda membantu pembaca dan pendengar untuk mencerna makna.
4. Contoh Geguritan untuk Kelas 4 SD
Guru biasanya akan menyajikan beberapa contoh geguritan yang sesuai dengan usia dan pemahaman siswa kelas 4. Geguritan ini seringkali bertemakan hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti:
- Alam: Keindahan sawah, gunung, laut, hewan, tumbuhan.
- Keluarga: Kasih sayang orang tua, kebersamaan keluarga.
- Sekolah: Semangat belajar, persahabatan di sekolah.
- Nasihat: Pentingnya sopan santun, kejujuran, kerja keras.
Contoh Geguritan Sederhana:
Srengenge Esuk
Srengenge tangi saka wetan,
Metheri langit biru kang bening.
Ngasabake jagad sarwa urip,
Menehi pangarep ing ati.
Wit-witan ngrangkul cahyane,
Kembang padha mekar alon.
Angin semilir nggawa ganda,
Sumebar ing sakubeng alam.
Dina anyar wis kawiwitan,
Ayo padha semangat makarya.
Ngusir kesed lan kacingkrangan,
Golek ngelmu lan kabegjan.
Dalam geguritan di atas, siswa diajak untuk membayangkan terbitnya matahari, suasana pagi yang cerah, dan semangat yang muncul untuk memulai hari.
5. Jenis-jenis Soal Bahasa Jawa Kelas 4 Semester 1 Bab 4
Untuk mengukur pemahaman siswa, guru akan memberikan berbagai jenis soal yang mencakup aspek-aspek pembelajaran geguritan. Berikut adalah beberapa jenis soal yang umum ditemukan:
A. Soal Pilihan Ganda (Soal Pilihan Ganda)
Soal pilihan ganda dirancang untuk menguji pemahaman dasar siswa terhadap isi, unsur, dan makna geguritan.
Contoh Soal:
-
Wacanen geguritan ing ngisor iki banjur wangsulana pitakonane!
Kancil lan Wit Pelem
Ing tengah alas, wit pelem gedhe,
Buahé mateng, rupane kuning.
Kancil ngiler, pengin mangan,
Nanging wité dhuwur banget.Kancil mikir, golek cara,
Njaluk tulung srigala gedhe.
Srigala gelem, nyakot wit pelem,
Buahé tiba, kancil seneng.Pitakon:
a. Sapa sing kepengin mangan woh pelem ing geguritan kasebut?
A. Srigala
B. Kancil
C. Monyet
D. Jerapahb. Kenapa kancil ora bisa njupuk woh pelem dhéwé?
A. Wit pelemé ora ana wohé
B. Woh pelemé durung mateng
C. Wit pelemé dhuwur banget
D. Woh pelemé ora énakc. Sapa sing ditulungi kancil kanggo njupuk woh pelem?
A. Monyet
B. Gajah
C. Kancil
D. Srigalad. Apa amanat sing bisa dijupuk saka geguritan kasebut?
A. Yen kepéngin sesuatu, kudu ngrebut
B. Kudu pinter golek cara lan bisa njaluk tulung
C. Woh pelem iku enak banget
D. Alas iku papan sing angkere. Tembung "ngiler" ing geguritan duweni teges…
A. Mripaté loro
B. Kepingin banget mangan
C. Wetengé luwe
D. Awaké lara
B. Soal Isian Singkat (Soal Isian Cekak)
Soal isian singkat menguji kemampuan siswa untuk mengingat dan menuliskan informasi spesifik dari geguritan.
Contoh Soal:
-
Wacanen geguritan ing ngisor iki banjur wangsulana pitakonane!
Kembang Melati
Putih resik warnamu,
Ganda arum semerbak.
Nambahi ayem ing ati,
Tandha suci lan resik.Pitakon:
a. Kembang melati ing geguritan kasebut duweni warna ……………………..
b. Ganda kembang melati ing geguritan kasebut diarani ……………………..
c. Kembang melati nambahi …………………….. ing ati.
d. Warna putih ing kembang melati minangka tandha …………………….. lan resik.
e. Saka geguritan kasebut, bisa diarani kembang melati iku ….. (siji tembung)
C. Soal Menjodohkan (Soal Pasangna)
Soal menjodohkan melatih siswa untuk mencocokkan istilah dengan definisinya atau baris geguritan dengan maknanya.
Contoh Soal:
Pasangna geguritan ing sisih kiwa kanthi tegese ing sisih tengen!
| Sisih Kiwa | Sisih Tengen |
|---|---|
| 1. Srengenge tangi saka wetan | A. Angin sing nggawa wangi kembang |
| 2. Angin semilir nggawa ganda | B. Kepingin banget mangan woh pelem |
| 3. Kancil ngiler, pengin mangan | C. Terbité srengenge ing sisih wetan |
| 4. Buahé mateng, rupane kuning | D. Tandha utawa pesen moral saka geguritan |
| 5. Amanat | E. Wujude woh pelem sing wis mateng lan warnane kuning |
Jawaban yang benar: 1-C, 2-A, 3-B, 4-E, 5-D
D. Soal Uraian Singkat (Soal Uraian Cekak)
Soal uraian singkat meminta siswa untuk menjelaskan atau menguraikan pemahaman mereka dengan kalimat sendiri.
Contoh Soal:
-
Wacanen geguritan ing ngisor iki banjur wangsulana pitakonane!
Srawung Becik
Becik-becik ing sesrawungan,
Aja nganti gawe nelangsa.
Ngomong alus, nindakake becik,
Supaya tentrem lan ayem.Pitakon:
a. Jelentrehna apa tegese "Srawung Becik" miturut geguritan kasebut!
b. Apa wae sing kudu dilakoni supaya bisa srawung becik? Sebutna loro!
c. Menawa awake dhewe srawung becik, apa sing bakal dirasakake? -
Apa sing dimaksud "Imaji" ing geguritan? Wenehana conto siji!
E. Soal Membuat Geguritan Sederhana (Soal Nggawe Geguritan Cekak)
Ini adalah jenis soal yang lebih menantang, yang menguji kreativitas dan kemampuan siswa untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari.
Contoh Soal:
-
Gawea geguritan kanthi irah-irahan "Bapakku" utawa "Ibuku" kanthi basa kang prasaja! Gunakna patang (4) larik!
(Buatlah puisi dengan judul "Ayahku" atau "Ibuku" dengan bahasa yang sederhana! Gunakan empat baris!) -
Gawea geguritan kanthi irah-irahan "Kanca" utawa "Sekolahku" kanthi basa kang prasaja! Gunakna enem (6) larik!
(Buatlah puisi dengan judul "Teman" atau "Sekolahku" dengan bahasa yang sederhana! Gunakan enam baris!)
Tips bagi Siswa dalam Mengerjakan Soal Geguritan:
- Baca Geguritan dengan Seksama: Bacalah geguritan berulang kali untuk memahami makna dan suasana.
- Perhatikan Judul seringkali memberikan petunjuk penting tentang isi geguritan.
- Cari Kata Kunci: Identifikasi kata-kata penting yang mungkin berkaitan dengan pertanyaan.
- Pahami Makna Kata Sulit: Jika ada kata yang tidak dipahami, tanyakan kepada guru atau cari artinya.
- Hayatilah Pesan: Coba rasakan emosi dan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang.
- Berlatih Membaca: Latihlah diri untuk membaca geguritan dengan intonasi dan penghayatan yang baik.
- Jangan Takut Bertanya: Jika ada kesulitan, jangan ragu untuk bertanya kepada guru.
Kesimpulan
Bab 4 Bahasa Jawa Kelas 4 SD Semester 1, yang berfokus pada geguritan, merupakan bab yang sangat penting dalam menumbuhkan apresiasi terhadap sastra Jawa sejak dini. Dengan memahami unsur-unsur geguritan, cara membacanya dengan baik, dan berlatih mengerjakan berbagai jenis soal, siswa diharapkan dapat lebih percaya diri dalam memahami, menikmati, dan bahkan menciptakan karya puisi mereka sendiri.
Pembelajaran geguritan bukan hanya tentang menghafal, tetapi tentang merasakan keindahan bahasa, meresapi makna, dan menghubungkan dengan pengalaman hidup. Semoga dengan pemahaman yang baik terhadap materi ini, siswa kelas 4 semakin mencintai dan bangga menggunakan bahasa Jawa.

Tinggalkan Balasan